ISLAMABAD - Peluncuran kapal sela
m nuklir pertama India mendapat respons negatif dari tetangganya, Pakistan. Kapal selam yang dapat membawa rudal balistik itu dianggap mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.
India meluncurkan kapal selam nuklirnya pada Minggu 26 Juli lalu sebagai bagian dari rencana membangun lima kapal selam. Kapal bernama Arihant itu akan menjalani uji coba sebelum dipergunakan resmi pada 2015.
Arihant mampu meluncurkan rudal balistik dengan sasaran di laut, darat, dan udara. Kapal tersebut juga melengkapi tiga serangkai pesawat, misil, dan kapal selam yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Kapal selam itu memakai reaktor bekekuatan 85 megawatt dengan kecepatan 24 knot (44 km/jam) saat menyelam.
Sementara Pakistan hanya memiliki pesawat dan misil yang bisa membawa muatan nuklir.
"Pakistan yakin bahwa pemeliharaan keseimbangan strategis adalah penting untuk perdamaian dan keamanan di Asia Selatan," sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters, Selasa (28/7/2009).
"Tanpa masuk ke dalam perlombaan senjata dengan India, Pakistan akan mengambil langkah untuk melindungi keamanan dan memelihara keseimbangan strategis di Asia Selatan," tambah pernyataan itu.
India dan Pakistan pernah terlibat dalam tiga perang semenjak lepas dari Inggris pada 1947, dan hampir saja kembali berperang untuk keempat kalinya pada 2002.
Proses perdamaian yang dimulai awal 2004 dihentikan sementara oleh India setelah serangan kelompok bersenjata di Mumbai pada November tahun lalu yang menewaskan 166 jiwa
Posting Komentar